Mindset fundamental dalam bisnis adalah pola pikir dasar yang menjadi landasan bagi seorang pengusaha atau profesional dalam menjalankan usahanya. Mindset ini akan sangat mempengaruhi cara kita berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan dalam setiap aspek bisnis.
Mengapa Mindset Fundamental Penting?
Mindset yang tepat akan:
- Membentuk visi: Menentukan arah yang jelas untuk bisnis Anda.
- Membangun motivasi: Menjaga semangat Anda tetap tinggi dalam menghadapi tantangan.
- Membentuk budaya perusahaan: Menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
- Membantu mengatasi masalah: Memberikan perspektif yang berbeda dalam menghadapi kesulitan.
- Membuka peluang: Membantu Anda melihat peluang baru dan mengambil keputusan yang tepat.
Mindset yang benar:
- Saya bisa menemukan solusi untuk setiap masalah
- Saya akan menyesuaikan produk saya dengan kebutuhan pelanggan
- Saya akan mencoba menemukan ide-ide baru sampai menumakn yang tepat
Mindset yang salah:
- Saya tidak bisa mengbah keadaan
- Pelanggan harus beradaptasi dengan produk saya
- Ide-ide baru tidak akan berhasil
Point di setia manusia
Setiap orang pasti mempunyai impian, tapi tidak semua orang mempunyai motivasi yang kuat terhadap suatu impian. Banyak sekali yang tidak memahami bahwa impian dan motivasi yang kuat tentu berbeda. Contoh: Jika anda bertanya kepada seseorang apakah beliau mempunyai impian? jawabannya sudah pasti punya, ingin punya kendaraan, aset seperti rumah, ingin jalan-jalan keluar negeri, ingin umrah / naik haji, ingin bebas finansial, dan lain sebagainya. Tapi ketika anda tanya beliau apakah beliau mempunyai motivasi yang kuat untuk itu semua? Banyak orang yang tidak bisa menjawab, dan akhirnya terjebak dengan kata “SYUKUR”.
Biasanya motivasi yang kuat tidak hanya datang dari impian sendiri, tapi seringkali datang dari orang-orang terdekat, seperti orang tua, anak-anak kita, istri/suami, dan orang terdekat lainnya. Jika memang beliau mempunyai motivasi yang kuat, biasanya apapun akan beliau usahakan demi tercapainya sebuah impian, tentunya dengan cara-cara yang logis. Misalnya, ingin punya rumah layak demi membahagiakan anak/istri, ingin mengumrahkan orang tua, ingin membantu orang banyak ketika bisa bebas finansial. Sayangnya banyak orang yang mempunyai impian tapi atas dasar diri sendiri, sehingga pada akhirnya selalu terjebak dengan kata syukur. Padahal apapun yang wajib disyukuri adalah keadaan saat ini, bukan impian.
Apa yang akhirnya membuatnya terjebak dengan kata syukur? karena ketidakmampuannya untuk mengusahakan itu semua dengan cara-cara saat ini yang sedang dijalankan. Kebanyakan tidak menyadari itu. Artinya cara-cara beliau tidak logis untuk mengejar semua impiannya.
Kesimpulannya, maka untuk mewujudkan sebuah impian, diperlukan yang namanya sebuah informasi, kemudian rencana, komitmen yang kuat dan konsisten.
Kualitas atau karakteristik penting yang harus dimiliki setiap individu dalam bisnis, maka beberapa poin pentingnya adalah:
- Komitmen: Dedikasi yang tinggi terhadap tujuan bisnis dan kesediaan untuk memberikan yang terbaik.
- Integritas: Kejujuran, keterpercayaan, dan etika kerja yang tinggi.
- Keterampilan komunikasi: Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas dan efektif, baik secara lisan maupun tulisan.
- Keterampilan interpersonal: Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, membangun hubungan, dan menyelesaikan konflik.
- Fleksibilitas: Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan situasi yang tidak terduga.
- Orientasi pada hasil: Fokus pada pencapaian tujuan dan hasil yang diinginkan.
- Inovasi: Kemampuan untuk berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide baru.
- Kemampuan belajar: Terbuka terhadap pembelajaran baru dan terus mengembangkan diri.
Jadi, minimal pahami dan terapkan dulu semua itu pada diri anda kemudian yakin terhadap diri anda sebelum anda ingin meyakinkan orang lain agar bisa terjadi closing.
Cara mudah closing
Kunci yang terpenting adalah PERBANYAK DATABASE. Jangan sedikit-sedikit mengeluh. Saat ditanya database…hanya bisa menjawab baru prospek ke 10-15 orang. Berita buruknya, semuanya menolak. Biasanya apa yang terjadi? Mulai tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, menyalahkan bisnisnya yang seolah sulit, menyalahkan orang lain, dan lain sebagainya, akhirnya berhenti dan mencari peluang bisnis lain, dan akan terus seperti itu. Padahal, kita belum sepenuhnya memaksimalkan potensi diri. Percayalah, jika ada bisnis yang mudah, maka saat ini anda sudah nyaman dengan bisnis anda dan sudah bisa mewujudkan mimpi-mimpi anda. Untuk itu dalam bisnis apapun, perbanyaklah penolakan, habiskan jatah penolakan. Percaya bahwa bisnis ini adalah bisnis paling mudah, coba bandingkan dengan bisnis lain yang sedang anda bayangkan. Bandingkan modal, resiko, dan lain sebagainya.
Jadi, kenapa harus perbanyak database? Anda akan lebih banyak belajar teknik presentasi dan akhirnya terbiasa menjawab banyak pertanyaan dibanding tidak banyak database, lebih parahnya tidak ada database.
Selebihnya anda bisa tonton dan pahami video diatas hingga akhir video.
